Postingan

Kebahagiaan Ukhrawi atau Duniawi?

Gambar
Kebahagiaan adalah sesuatu yang sering orang-orang cari. Mengganti kesedihan dan kegelisahan dengan kedamaian dan ketentraman hati. Karena hakikat hidup adalah mencari kebahagiaan sejati. Tiap orang punya cara masing-masing untuk mencari kebahagiaan ini. Entah dengan harta, tahta, wanita, popularitas, dan lain-lain, yang penting sesuai kata 'nafsi', bagi orang-orang yang bervisi duniawi. Apalagi zaman sekarang orang bersusah payah mencari kebahagiaan diri. Apapun yang bernuansa hiburan selalu menjadi perburuan sehari-hari. Begitulah keadaan sekarang ini. Rela melakukan apapun demi mewujudkan kebahagiaan yang diyakini. Hingga suatu ketika aturan-Nya pun dilabrak sana sini. Bahkan sampai pilah pilih aturan-Nya sesuka hati. Yang dipikirkan hanya "do what makes you happy". Lupa bahwa tujuan hidup "do what makes Allah SWT happy". Lalu, kebahagiaan ukhrawi atau duniawi yang kita cari? Marilah kita senantiasa mengingat tujuan hidup ini. Bers...

Jadikan Al-Qur'an Sebagai Sahabat Terbaik

Gambar
Waktu luang adalah nikmat yang sering dilalaikan, tidak ada seorang pun yang terbebas dari perkara ini. Maka rugi sekali orang yang punya banyak waktu, masih diberikan Allah SWT kehidupan, tetapi waktunya sia-sia dengan hal berbau duniawi. Padahal banyak peluang bagi seorang hamba untuk bisa meraih Ridho-Nya, salah satu yang paling mudah yaitu melalui Al-Qur’an. Mengisi waktu dengan Al-Qur’an. Tidak akan terbuang sia-sia waktu kita, karena membacanya saja bernilai ibadah, 1 huruf bernilai 10 kebaikan. Apalagi bagi yang belum lancar, 1 hurufnya bernilai 30 kebaikan. Lebih mulia lagi mereka penghafal Al-Qur'an, Rasulullah SAW mengabarkan betapa mulianya mereka hingga Allah meridhoi mereka untuk menaiki derajat-derajat Surga. Ada cerita mengharukan dari Mesir, dimana ada seorang remaja laki-laki bernama Muadz Al Hafiz yang tidak dapat melihat sejak kecil tetapi mampu menghafal 30 juz Al-Qur’an. Dengan kekurangan yang dimiliki, dia mampu menghilangkan stigma bahwa menghafa...

Ubah Cara Pandang

Gambar
Tiada seseorang pun yang ma’sum kecuali Rasulullah Muhammad SAW. Kita pasti pernah melakukan kesalahan, kesalahan besar atau kecil, baik disengaja atau tidak. Karena manusia itu tempat salah dan khilaf. Maka dari itu, mumpung kita masih mempunyai waktu di dunia, sepatutnya kita gunakan untuk mengintrospeksi diri, perbaikan diri ke arah yang lebih baik. Salah satu perbaikan yang wajib kita rencanakan adalah mengubah cara pandang kita terhadap kehidupan ini, darimana kita berasal, untuk apa kita hidup di dunia, akan kemana kita setelah hidup ini. Cari jawaban pertanyaan dengan clear dan tuntas. Jawaban dari pertanyaan itu akan menjadi landasan kehidupan kita, menjadi tuntunan dan tujuan hidup, terlepas dari jawaban yang kita jawab benar atau salah. Kita akan hidup di dunia ini, berekonomi dan berbudaya berdasar landasan itu. Lalu apa jawaban yang benar dari pertanyaan ini? Jangan sampai kita salah dalam memandang hidup ini, sehingga kita salah dalam melakoninya. Dari mana k...

Kampung yang Sebenarnya

Gambar
Selama apapun kita di perantauan, ada saatnya kita pulang kampung. Melepas rindu dengan yang tercinta. Karena kita paham kita pergi hanya sementara. Segala upaya dikerahkan, bergegas, walau mengorbankan banyak biaya. Bahkan agenda pulang kampung sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. Persiapan bekal dan oleh-oleh pun tak terlewatkan untuk dibagi di kampung halaman nanti. Sama halnya, hidup kita di dunia ibarat perantauan. Ada saatnya kita pulang kampung, menuju kampung sebenarnya, akhirat. Sungguh merugi jika kita semangat berjuang untuk hidup dalam perantauan dunia, tetapi kita malas bahkan sampai lupa dalam mempersiapkan kehidupan akhirat. Sudah sepantasnya kita sebagai seorang muslim memprioritaskan kehidupan akhirat. Menjadikan amalan dunia sebagai bekal untuk meraih surga, bukan hanya untuk mengejar dunia semata. Maka bijaklah dalam melangkah. Pilihlah ketaatan apapun kondisinya, apapun risikonya. Karena risiko terburuk di dunia hanyalah kematian. Tetapi the real risi...

Ummat yang Dirindukan

Gambar
Kita adalah ummat Rasulullah, ummat akhir zaman, ummat yang istimewa, terlahir menjadi bagian dari ummat terbaik dengan syariat yang rahmatan lil alamin yang beliau perjuangkan untuk meluruskan fitrah manusia yang semestinya, yaitu pada jalan kebaikan. Di samping itu Rasulullah adalah manusia yang paling mencintai ummatnya, sangat beharap ingin bertemu, sampai-sampai beliau menangis ingin bertemu dengan kita. Kita yang tak pernah melihatnya, tak pernah menatapnya, mimpi pun belum pernah berjumpa dengannya, tetapi kita tetap mau beriman kepada beliau? Maka beruntunglah kita, beliau tidak menganggap kita sebagai teman akrab atau sahabat, tapi beliau menjadikan kita sebagai saudara. Lantas bagaimana dengan diri kita? Punya rasa yang sama, kah? Cinta dengan Rasulullah, kah? Rindu ingin bertemu, kah? Atau sebaliknya? Kita cinta Rasulullah tapi mengikuti ibadah yang tidak pernah dicontohkan beliau? Maka mari kita kaji ulang kecintaan kita pada beliau, kita cari letak dimana pembuk...

Teman Karib

Gambar
“Tidaklah ada tiga orang di suatu tempat, kemudian mereka tidak mendirikan shalat berjama’ah, melainkan syaithan dapat menguasai mereka. Maka berjama’ahlah, karena serigala senang memangsa kambing yang menyendiri.” Abu Daud Betapa besar ya nilai sahabat sampai Rasulullah mengaitkannya dengan shalat, dan betapa celakanya kesendirian. Itulah perlunya kita punya teman karib atau sahabat. Karena hanya orang bertaqwa yang akan berteman sampai jannah. Saling bantu dalam kebaikan, temu dan pisah karena Allah. Bisa dibilang; dirimu, cerminan temanmu. Bicaramu, perilakumu pun bisa sesuai kebiasaan temanmu. Karena teman punya pengaruh besar untuk diri. Maka cermatlah dalam berteman. Kalo pun ada teman yang mengajakmu pada kebaikan, jangan kau tunda, apalagi kau tolak, rugi lur. Yuk berbenah. Iman, ngaji, dakwah, bareng-bareng menuju ridho-Nya.

Khaira Ummah

Allah Subhanahu wata’ala berfirman: كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَهُمْ مِنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ “Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka; di antara mereka ada yang beriman dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.” (QS. Ali ‘Imran: 110)

Postingan populer dari blog ini

Ubah Cara Pandang

Ummat yang Dirindukan

Teman Karib